Skip to main content

Wanita Penunggu Rumah Nomor 13

 Saya, sebutlah Jen. Saya masih ingat benar waktu pertama ayah dan ibu beli rumah di satu diantaranya komplek di Bekasi ini. Berada pada Pondok Besar - Jatiasih, perumahan ini acapkali alami banjir. Bertanya-tanyanya, ayah dan ibu senang sekali dikarenakan cuma rumah ini yang dapat terjangkau dengan keuangan mereka. Dan itu tahun 1996. Saya masih duduk di kursi 2 SMP, saat ini dibilangnya kelas 8, dan harus tinggalkan sekolahku di Jakarta buat berpindah ke Kota Patriot ini.


Komplek yang menurutku mengesalkan. Nggak mempunyai tetangga, donk! Ada sich tetapi cuma sejumlah rumah saja. Namanya komplek, perumahannya sama sama senderan seperti remaja baru sekali jadian. Ada yang pada sisi depan. Wajar, perumahan bank negara tersebut, lho. Melihat bangunannya, bisa lebih banyak yang dikorupsi dibandingkan dengan dipakai. Dinding rumahku dapat dipretelin dengan sangat simpelnya kalaupun kita mempunyai kuku panjang. Ah elah, Bu, mengapa harus di sini sich? Saya protes.

Tetapi itu sebelumnya. Hingga selanjutnya saya yang senang eksploitasi tempat mendapati lapangan yang asyik sekali buat berkegiatan ala mountain bike. Tanahnya merah dan ada batu-batuannya. Wuih, utamanya asyik dech . Maka, komplek perumahan ini punyai tetangga daerah yang terletak naik. Sumpah sedap sekali ke situ, cuma lebih kurang 15 menit dari rumahku dengan naik sepeda. Auto habis sekolah akan senang sekali dalam tempat itu.

Dan, pekerjaanku tiap-tiap hari memanglah naik sepeda keliling komplek pula, lalu ke tanah lega, lalu komplek perumahan kembali. Demikian terus hingga tukang bubur tuntas naik haji. Senyuman-senyum tipis sama tetangga. Saya diketahui banyak 'bacod' alias sering basa-basi sama mereka. Calon emak-emak ye, kan. Tetapi cuma ada satu tetangga yang tidak kusaksikan. Tetangga dalam rumah nomor 13, yang terletak tepat ada di belakang rumahku.


Yang kudengar rumah itu ditinggali orang wanita yang benar-benar tidak keluar dari rumah. Cuekin saja lah. Tapi beberapa insiden penting maha luar biasa yang selanjutnya bikin saya terus trauma kalau mengingatnya. Ingat wanita itu dengan semua keajaiban yang menancap dalam pikiranku sampai saat ini umurku nyaris kepala 4. Tidak dapat sesederhana itu kulupakan.

 

Comments

Popular posts from this blog

Cerita kerajaan tuyul di gunung Suru Sleman

    Bila kita bertandang ke Gunung Suru, Sleman, sering dihubungkan dengan tuyul, tipe makhluk lembut yang bertubuh kecil seperti anak-anak. Konon di Gunung Suru ada sebuah lokasi yang jadi kerajaan oleh tuyul. Sudah diketahui, Tuyul sendiri sebagai makhluk nyata seperti anak kecil yang kerap dipiara untuk mengambil uang. Banyak orang memiara Tuyul karena ingin kaya raya dan punyai banyak harta. Salah satunya lokasi yang konon sebagai istana tuyul ialah Gunung Suru, Sleman. Masyarakat sekitaran mengenali Gunung Suru sebagai tempat beberapa orang ambil tuyul untuk dipiara, selanjutnya diminta cari uang. Jika disaksikan dari mata orang biasa, tidak ada yang spesial dari wilayah Gunung Suru ini. Cuman ada bentangan ilalang dan pohon-pohonan tumbuh di bukit batu-batuan itu. Nach, salah satunya batu itu, yang dikatakan sebagai Watu Ogal-agil. Di batu berikut disebut pusat kerajaan tuyul ini ada. Letak watu ogal-agil cukup unik, karena ada di ujung tepi tebing. Disaksikan sepintas, ...

Cerita Pendaki Wanita Dipeluk Figur Raksasa Hitam Dengan bulu di Gunung Gede

  GUNUNG Besar sebagai spot pendakian yang cukup terkenal di kelompok pendaki. Berada di Jawa Barat, gunung ini berketinggian 2.958 mtr. di permukaan laut (mdpl) dan ada dalam cakupan Taman Nasional Besar Pangrango. Keelokan Gunung Besar sayang tidak lepas dari cerita seram yang diletakkannya.Seringkali beberapa pendaki Gunung Besar harus alami peristiwa yang tidak dapat diterangkan oleh akal sehat. Misalnya saja Gandel, seorang pendaki wanita yang punyai pengalaman mistik saat dia berpeluang mendaki Gunung Besar bersama beberapa rekannya.Dia dan kelompok pilih lajur lewat Gunung Putri. Walau gerimis, Gandel masih tetap segera naik dari basecamp ke pos 1 pada jam 08.00 WIB.Pendakian sebelumnya berjalan mulus, hingga kemudian mereka sampai di pos 3 dan hujan juga turun dengan derasnya.Simak juga: Pengalaman Mistik Pramugari Naik Pesawat Menyeramkan Buat Bergidik"Pos 3 nih, saya yang status masih haid cukup sensi sedikit. Naik dari pos 3 ke pos 4, emosi bertambah. Karena memang huja...

Mistik bangunan gedung tua warisan PKI

    Masuk bulan akhir September, bangsa Indonesia selalu diingatkan satu insiden historis. Ya, Pergerakan 30 September atau G30S yang sedang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI). Di tanggal ini, dulu banyak jenderal Angkatan Darat dibunuh dengan bengis oleh banyak PKI. Banyak korban jenderal ini lantas diketahui dengan Pahlawan Refolusi. Tapi kegarangan PKI ini gak cuman terjadi di ibu-kota. Beberapa wilayah sangat juga tersohor dengan insiden yang libatkan PKI. Antara lainnya Jawa Timur. Juga banyak narasi seram berkaitan insiden ini. Sama yang diceritakan Dadang, masyarakat Jawa Timur ini. Menurut Dadang, sekarang dia tengah menyelesaikan sawah. Tempat sawahnya ini dulu sebagai tempat insiden kegarangan PKI. Juga gak jauh dari sawah milik dia itu, ada sebuah gedung tua dengan lantai tiga. Gedung tua ini udah lama didiamkan kosong. Tiada satu faksi lantas yang bermaksud menjatuhkannya. Termaksud pemda di tempat. Meski sebenarnya, gedung itu termasuk mengerikan. Manalagi t...