Skip to main content

Mistik Dusun mayit


  

Dusun mayit adalah satu dusun yang terserang endemi penyakit. Dapat dijelaskan jika Dusun ini terserang sumpah di masa dulu. Katanya endemi ini kembali berlangsung yang ke 2x sehabis 40 tahun lama waktunya lantaran disebabkan jumlah banyak remaja yang mengerjakan pertalian intim di luar pernikahan. Maka dari itu sehari-harinya ada-ada saja penduduk yang wafat yang ironis. Baca lagi jalan ceritanya sampai ending.

"Hey gemuk, nih kerjain pekerjaan grup kita. Saya pengen ke kantin dahulu. Mesti tuntas saat ini pula, kalau tak, review saja kau."

"Iya Gemuk. Gak boleh bisanya makan saja kamu. Jalankan seluruh pekerjaan grup kita supaya bisa nilai terbaik. Kalaupun hingga sampai tak di jalankan, kami gak dapat malas-segan ngerjain kamu kembali agar malu sekaligus di muka umum."

Saya cuman dapat mengacaukank pasrah sekalian menundukan kepala. Saya gak ketahui kenapa saya sering di sindir oleh kawan-kawan universitas? Ya, tubuhku memanglah gemuk tetapi saya tak pernah mempersusah mereka juga supaya bisa kuliah di universitas ini juga saya mendapati beasiswa.

"Baik, saya dapat melaksanakannya." Jawabku perlahan sekalian gemetar.

"Nach getho donk. Siapa ketahui tubuhmu dapat kurus kalau tiap-tiap hari lakukan pekerjaan kami pula hahahaha...." Sindir Marta.

Ya, Marta merupakan gadis terelok dan paling kaya di universitas ini. Tiada satu juga mahasiswi yang berani dengannya. Yang saya dengar jika Marta merupakan anak orang rektor di universitas ini. Layak saja ia benar-benar berkuasa dan berlaku sembarangan oleh mahasiswi yang dia menganggapnya tidak baik seperti ku.

"Mari sayang, kita ke kantin dahulu. Perutku udah laper sekali nih." Tutur Marta sekalian tarik tangan doinya yang memiliki nama Kenan.

"Marta, gak sepatutnya kamu memerintah Ambar lakukan pekerjaan grup kita. Kamu gak boleh mengolok orang kelewatan demikian Ta!" Sahut Kenan bela ku.

"Kenan sayang, mengapa kamu membelanya sich? Ia sendiri juga fine-fine saja lakukan pekerjaan ini. Iya kan Bar?" Bertanya Martha sekalian menyeringis di hadapanku sekalian mengedipkan matanya yang bundar.

"I---yyy----aaa" jawabku grogi.

Sekejap Marta langsung tarik tangannya Kenan bersama dengan genk-genknya yang memiliki nama Gadis dan Romi. Ya, mereka berempat memanglah diketahui jadi pentolan di universitas ini. Muka mereka ganteng-tampan dan cantik-cantik. Benar-benar tidak serupa dengan ku yang sama juga muka cewek dusun.

*****

"Nduk, mengapa sedih saja dari sejak barusan? Adakah soal di universitas mu?"

"Tak ko Bu. Ambar cuman tak nikmat tubuh saja Bu."

Saya cuman tinggal dengan Ibu dalam sebuah rumah simple yang dibuat dari tempat kayu. Letak rumahku juga di tepian sawah dan jauh dari banyak tetangga. Tiap-tiap hari saya pulang berangkat ke universitas bersama dengan Jono kawan dekatku dari kecil. Bertepatan Jono juga bekerja jadi tukang kebun di universitas ku.

"Bu, saya ingin diet Bu. Tiap-tiap hari saya di sindir oleh kawan-kawan universitas. Mereka omong tubuhku gemuk sekali seperti gajah lebam Bu. Cuman saya yang tidak baik di universitas Bu, seluruh mahasiswi dari sana cantik-cantik dan seksi Bu."

"Astaga Nduk, mengapa kamu bercakap sesuai itu? Kamu itu anak Ibu yang pandai. Dari SD kamu terus mendapatkan posisi kelas. Kamu punyai hati yang mulia dan terus mengikuti perintah orang tua. Diamkan saja mereka yang mengolok mu dapat di balas oleh Tuhan. Kita jadi manusia cukup diam tiada membalasnya sakit hati, berdoa dengan gusti Allah supaya hati nurani mereka terbuka dan dapat bertaubat. Jenengan yang sabar, gak boleh bersusah-hati. Untuk Ibu, Ambar itu elok dan sholeha. Manalagi kalaupun pakai cadar, muka Ambar tuch kian ayu."

Ya, Ibuku terus dapat bikin hati ini berbunga-bunga. Ibu yang terus mendidik ku supaya jadi wanita yang penyabar. Barangkali tiada Ibu, saya gak segera bisa duduk di kursi kuliah sebagai berikut. Ayah tinggalkan kami mulai sejak umur ku masih tiga tahun. Saya sekedar anak tunggal yang di hidupi dengan orang Ibu kuat yang tiap-tiap hari berkeliling-keliling jual keripik singkong hasil dari perkebunan penduduk. Tiap-tiap liburan kuliah, saya terus menolong Ibu di kebun singkong, bersihkan kulit-kulit singkong buat siap digoreng dan jadikan keripik.

******

"Ambar.....Ambar.....mari pergi.....!"

Ya tiap-tiap pagi Jono kawan dekat ngajiku terus jemput ku buat pergi bersama ke universitas gunakan sepeda motornya. Jono cuma untuk tukang rapi-rapi di universitas ku dan kerap kami di sindir oleh banyaknya mahasiswa dari sana dengan panggilan orang daerah yang menumpang di universitas ini. Balik lagi saya memang semestinya banyak-banyak sabar sampai dua tahun di depan saya lulus dari kampus itu.

"Kalian berdua tuch sesuai sekali sich. Sama dekil, kotor dan tidak baik." Sindir Marta bersama ke-3  rekannya yang tercenung memandang tajam saya dan Jono.

"Hey, kau bisa mengolok ku tetapi jangan sekalinya kau mengolok Ambar kawan dekatku. Ia itu semakin lebih baik dari kalian. Ia anak yang pandai dan baik, tak seperti kalian!" Sahut Jono dengan suara suaranya yang meninggi.

"Wih, si raja tengah bela permaisurinya." Sindir Gadis sekalian ketawa.

Balik lagi saya cuman dapat menghela napas dalam-dalam sekalian beristigfar. Jangan sempat aku juga kepancing emosi.

"Jono, udah gak boleh di layani. Saya masuk ke kelas dahulu ya. Kamu lanjut kerjamu saja." Ucapku sekalian berakhir.

Dalam sekejap, saya pergi tinggalkan mereka yang tetap berdiri mematung di muka taman universitas. Saya memandang Kenan cuman tercenung dengan tatapan sinis dan muka memeras. Lantas ia juga pergi demikian saja tinggalkan Marta dan Gadis. Sedang Romi sekejap lari susul dan panggil-manggil Kenan yang jalan di belakang ku mengarah kelas.

Hati ku benar-benar bersusah-hati dengar olokan Marta dan Gadis. Nyaris tiap-tiap hari mereka terus mengatai-ngatai ku cewek daerah yang gemuk, tidak baik dan dekil. Sampai pada akhirnya saya cuman bisa menyeka air mataku dengan bebatan cadar yang saya gunakan supaya jangan sempat gak satu orangpun yang memandang perasaan sedih ku.

******

"Anak-anak, secepatnya kita dapat menggelar kajian manfaat buat merampungkan pekerjaan akhir semester. Bapak dapat membagi-bagi grup dan tolong kalian putuskan sendiri di mana tempat kajian yang bisa kalian pakai buat pekerjaan akhir ini. Bapak memberinya waktu kajian sepanjang 1 bulan lama waktunya. Kalau kalian tak menyelesaikannya secara bagus, karenanya kalian tak kan lulus."

Deg....

Sekejap hati ku tak tenang, saya takut masuk ke grup Marta end the genk. Saya mengharap mendapati grup yang bagus yang tak memandang ku mata sebelah.

"Ambar, semoga kita dapat serangkaian ya." Tutur Lisa rekan di sebelahku.

Ternyata masihlah juga ada mahasiswi yang pengen satu grup dengan ku meskipun tampilan ku jauh dibandingkan mereka. Cuman akulah hanya satu mahasiswi yang kenakan cadar dan rok setelan. Sebagian besar mahasiswi di universitas ini gunakan celana levis dan busana seksi. Ya, wajar saja saya dari kecil hidup miskin. Dapat makan tiap-tiap hari saja saya sudah bersukur. Tidak tersirat dalam pemikiran ku buat pakai busana bagus seperti mereka.

"Ambar......"

"Baik Pak....."

Mendadak Pak Dosen panggil nama ku dengan suaranya yang nyaring. Entahlah kenapa jantungku sekejap berdebar-debar cepat saat memandang tatapan kawan-kawan mulai sinis memandang ku.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita kerajaan tuyul di gunung Suru Sleman

    Bila kita bertandang ke Gunung Suru, Sleman, sering dihubungkan dengan tuyul, tipe makhluk lembut yang bertubuh kecil seperti anak-anak. Konon di Gunung Suru ada sebuah lokasi yang jadi kerajaan oleh tuyul. Sudah diketahui, Tuyul sendiri sebagai makhluk nyata seperti anak kecil yang kerap dipiara untuk mengambil uang. Banyak orang memiara Tuyul karena ingin kaya raya dan punyai banyak harta. Salah satunya lokasi yang konon sebagai istana tuyul ialah Gunung Suru, Sleman. Masyarakat sekitaran mengenali Gunung Suru sebagai tempat beberapa orang ambil tuyul untuk dipiara, selanjutnya diminta cari uang. Jika disaksikan dari mata orang biasa, tidak ada yang spesial dari wilayah Gunung Suru ini. Cuman ada bentangan ilalang dan pohon-pohonan tumbuh di bukit batu-batuan itu. Nach, salah satunya batu itu, yang dikatakan sebagai Watu Ogal-agil. Di batu berikut disebut pusat kerajaan tuyul ini ada. Letak watu ogal-agil cukup unik, karena ada di ujung tepi tebing. Disaksikan sepintas, ...

Mistik bangunan gedung tua warisan PKI

    Masuk bulan akhir September, bangsa Indonesia selalu diingatkan satu insiden historis. Ya, Pergerakan 30 September atau G30S yang sedang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI). Di tanggal ini, dulu banyak jenderal Angkatan Darat dibunuh dengan bengis oleh banyak PKI. Banyak korban jenderal ini lantas diketahui dengan Pahlawan Refolusi. Tapi kegarangan PKI ini gak cuman terjadi di ibu-kota. Beberapa wilayah sangat juga tersohor dengan insiden yang libatkan PKI. Antara lainnya Jawa Timur. Juga banyak narasi seram berkaitan insiden ini. Sama yang diceritakan Dadang, masyarakat Jawa Timur ini. Menurut Dadang, sekarang dia tengah menyelesaikan sawah. Tempat sawahnya ini dulu sebagai tempat insiden kegarangan PKI. Juga gak jauh dari sawah milik dia itu, ada sebuah gedung tua dengan lantai tiga. Gedung tua ini udah lama didiamkan kosong. Tiada satu faksi lantas yang bermaksud menjatuhkannya. Termaksud pemda di tempat. Meski sebenarnya, gedung itu termasuk mengerikan. Manalagi t...

Kemunculan Figur Misteri di Jalan tol

  Di sosial media sekarang ini, bukanlah hal yang baru kembali bila tersebar photo atau video berkenaan figur misteri. Bahkan juga bisa saja beberapa figur misteri itu dihubung-hubungkan dengan peristiwa yang berada di wilayah itu. Tersebarnya video atau foto mengenai figur misteri bisa juga membuat beberapa warganet yang ingin tahu. Figur misteri yang kerap kali ketangkap oleh camera yakni ada di jalan raya. Bahkan juga beberapa titik jalan raya yang cukup populer juga mempunyai cerita mistik tertentu. Belakangan ini tersebar sebuah video yang menunjukkan ada figur misteri ditengah-tengah jalan raya. Bahkan juga figur itu sukses ketangkap secara jelas oleh camera yang dipasang pada bagian depan mobil. Video yang tersebar di sosial media Instagram ini di upload oleh account @kisah_indah_seorang_sopir. Dalam video yang tersebar di sosial media ini dijumpai terjadi di Tol Cipali pada Jumat (19/4/2019) kemarin. Diringkas Liputan6.com dari account @kisah_indah_seorang_sopir, Kamis (25/...